Keberadaan perempuan di ranah publik bukan dijadikan sebagai objek belaka. Akan tetapi, perempuan yang berada di ranah tersebut ingin merasa aman dan nyaman. Tidak sedikitpun perempuan yang merasa tidak aman dan tidak nyaman ketika berada di ranah publik, karena pola pikir (mindset) kebanyakan orang telah di didik untuk beranggapan bahwa itu bukan tempat yang baik untuk perempuan. Lalu tempat yang baik untuk perempuan di mana?
Pasti akan menimbulkan pertanyaan demikian. Kemudian dari situlah, banyak yang beranggapan bahwa perempuan yang "baik" akan bekerja dirumah, dan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan diluar rumah. Lalu pertanyaan lain, pekerjaan yang "baik" untuk perempuan seperti apa?. Jika dilihat dari konteks ini, pekerjaan yang baik untuk perempuan adalah mengurus anak, menyiapkan makanan tiap hari, mencuci, dll. Padahal
pekerjaan semacam itu, dilakukan hanya sebatas untuk bertahan hidup saja. Jadi pekerjaan tersebut bukan merupakan pekerjaan wajib bagi perempuan. Tetapi, laki-laki pun harus dapat melakukannya.
Di zaman sekarang ini, banyak perempuan hebat yang telah terjun ke ranah publik, akan tetapi keberadaan mereka hanya sebagai pelengkap saja, tidak diberi kesempatan untuk mengambil keputusan atau suaranya tidak akan dihiraukan. Perempuan yang sudah berada di ranah publik, tidak menutup kemungkinan untuk menganggap bahwa perempuan yang sedang berusaha untuk terjun ke dunia publik sebagai pesaing, sehingga dapat terjadi persaingan yang tidak diinginkan. Dengan demikian penindasan terhadap perempuan bukan hanya dilakukan oleh kaum lelaki saja, tetapi perempuan yang sudah terbebas dari penindasan tersebut dapat menindas perempuan yang sedang berusaha untuk terbebas dari penindasan tersebut. Maka dari itu, membangun kesadaran terhadap perempuan sangatlah penting. Sehingga, mata rantai dari penindasan ini dapat terputus dan tidak berkembang dimasyarakat umum.
Tawaq
8 April 2021









Tidak ada komentar: